Jumat, 18 November 2011

I Know That I Can Pass It

It is okay not to be okay, because sometimes the condition is really hard. Karena gue ini ya cuman manusia biasa, yang mungkin terlalu gampang untuk menyerah saat kondisi gue yang sedang dalam suatu kondisi yang sulit. Masih berhubungan sama post gue sebelumnya, tiba-tiba pas gue sedang galau-galaunya mengahadapi gue sebagai mahasiswa tingkat akhir ini terlintas seperti ini dalam benak gue ...

"Kenapa gue harus takut? Kenapa gue harus takut ngehadepin semua ini, apalagi cuman sebuah tugas akhir. Inget ngga waktu SD dulu gue juga takut ngehadepin EBTANAS, takut kalau-kalau ngga bisa ngerjain soal dengan baik apalagi dengan benar. Tapi apa, buktinya gue bisa ngelanjutin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP. Lalu, waktu SMP gue takut ngehadepin UAN (Ujian Akhir Nasional), takut ngga dapet NEM yang tinggi, takut ngga dapet SMA yang favorit. Tapi apa, buktinya gue dapet NEM yang terhitung bagus dan masuk salah satu SMA favorit di kota gue.

Saat SMA gue juga ngalamin hal yang sama seperti di SMP yaitu UAN, takut masalah nilai, takut ngga lulus. Tapi apa, buktinya gue bisa ngelewatin itu semua, dapetin nilai yang tidak buruk dan lulus SMA. Satu lagi, pas masa KP (Kerja Praktek), gue takut ngga dapet tempat untuk KP, ternyata (walaupun di akhir-akhir) gue berhasil dapetin tempat untuk KP. Selama KP, timbul lagi ketakutan gue, bagaimana menyelesaikan laporan KP ini dimana kondisi gue yang cuman sendiri, plus gue yang belom mampu beradaptasi.

Nyatanya, gue udah selesai presentasi KP artinya gue bisa nyelesain laporan KP, dan gue bisa beradaptasi dengan karyawan-karyawan di perusahaan tempat gue KP. Sekarang saat gue kuliah, saat menjadi seorang mahasiswa akhir kenapa gue harus takut? Toh Tuhan, udah banyak ngebuktiin ke gue kalo Dia tetep menyertai gue di setiap tanggung jawab, masalah, bahkan ketakutan-ketakutan gue. Nyatanya, gue bisa melalui itu semua ..."

Sekarang, bahkan mulai detik ini, kenapa gue harus takut? Gue ngga boleh takut, gue ngga boleh menyerah, dari semua ketakutan yang udah gue alamin, gue percaya sekarang Tuhan sedang memberikan tanggung jawab yang lebih besar dari tanggung jawab yang Dia berikan sebelumnya ke gue. Gue yakin Tuhan beserta gue dalam mengahadapi semua ini dengan segala caraNya yang begitu luar biasa. Tuhan, aku berserah padaMu :)

"I know God is working, so I smile" - #Lisa A

A Little Unwell

Yepp, gue lagi dalam kondisi yang sedikit tidak baik. Pasalnya, gue sedang menerima kabar yang entah baik atau engga buat gue. Langsung aja ke intinya, selasa lalu nama dosen pembimbing untuk tugas akhir gue diumumin. Dan lo mesti tau (yakali) kalo dosen pembimbing yang gue dapet tidak seperti yang gue harapkan. Padahal nih ya, dosen pembimbing yang gue pengin udah oke pas gue minta beliau jadi dosen pembimbing gue. Tapi, saat gue ngehadep Ka.Prodi Fakultas gue, plus memohon-mohon dengan muka yang totally memelas (dan hampir nangis) sama beliau, beliau tetep kekeuh menolak permohonan gue yang padahal udah pake alasan yang sangat sangat masuk akal.

Yah, apa mau di kata, keluar dari ruangan Ka.Prodi dengan ratapan yang entah mau digambarkan melalui kata-kata seperti apa. Lemes sumpah, gue bener-bener ngga yakin sama diri gue sendiri, apakah bisa melalui ini semua, melalui setiap tanggung jawab gue sebagai mahasiswa tingkat akhir?

Rabu, 26 Oktober 2011

Senin, 24 Oktober 2011

I Can't

My eyes are not strong enough to stem the tears. My heart is not rigid enough to withstand the emotion. My body helpless sustain hurricanes. God, I couldn't live without You.

Secara ngga sadar gue sering ngelakuin kesalahan yang mungkin nyakitin hati Tuhan, ngga cuman sekali, bisa setiap hari. Masalah datang ngga sebulan sekali, atau setahun sekali, tapi bisa kapan aja. Dari setiap masalah itu, gue sadar gue ngga akan bisa, gue ngga cukup dewasa dan ngga cukup cerdas untuk ngatasin semua masalah-masalah gue. Terlebih minta tolong sama Tuhan, gimana Tuhan mau nolong gue, sedangkan gue sering ngga prioritasin Dia, nyakitin hati Dia. Tapi suatu ketika, Dia berbisik lembut di hati gue ... "Semua akan baik-baik saja."

Senin, 03 Oktober 2011

Count your Blessings

" Saya minta kekuatan,
tapi Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya minta kebijaksanaan,
tapi Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya minta kemakmuran,
tapi Tuhan memberi otak dan tenaga untuk bekerja.
Saya minta keteguhan hati,
dan Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi.
Saya minta kasih sayang,
tapi Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya minta kemurahan dan kebaikan,
tapi Tuhan memberi kesempatan dan tantangan untuk diatasi.
Saya tidak memperoleh yang saya inginkan,
tapi saya mendapatkan segala yang saya butuhkan. "

- Renungan Harian Spirit (Rabu, 28 September 2011)

Selasa, 27 September 2011

Kesalahan dan Proses Belajar

" Kami melihat kesalahan sebagai peluang untuk belajar. Bukannya menyalahkan orang lain, organisasi mengambil tindakan korektif dan menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengalaman masing-masing secara luas. Belajar merupakan proses berkesinambungan di seluruh perusahaan, ketika para pendahulu melakukan hal yang sama kepada penerusnya; dan ketika anggota tim di semua tingkatan berbagi pengetahuan dengan yang lain. "
Dokumen Toyota Way 2001, TOYOTA Motor Corporation (taken from Supply Chain Management presentation slides)

Minggu, 11 September 2011

7th Semester

Ou-My-God ... Udah seminggu ngejalanin semester yang baru ini. Yap yap, gue sekarang sedang ngejalanin semester gue yang ke-7, dan kalian tahu artinya apa? Gue ... Ehem ... "Mahasiswa Tingkat Akhir". See? Ngga kerasa udah sejauh ini Tuhan menuntun perjalanan kehidupan gue, esp. perkuliahan.

Banyak orang bilang, mahasiswa memasuki masa galau-nya saat memasuki tingkat akhir, tingkat dimana para mahasiswa berhadapan dengan yang namanya sebenernya tidak bisa dengan sembarangan disebutkan. SKRIPSI, atau di kampus gue disebutnya 'Tugas Akhir' atau 'TA'. 1 kata yang terdiri dari 7 huruf ini dimulai pas semester 7, pas banget ngga sih? Haha. Ngomong-ngomong soal semester baru, ternyata kerasa banget bedanya gue yang tua ini di semester 7 sama gue yang lucu nan imut di awal masuk perkuliahan. Gimana engga, diskriminasi terasa banget buat kami, esp. gue sebagai "MTA" yang kelasnya di taruh hampir seluruhnya di lantai 3. Dulu, pas semester 1 kelas gue hampir semuanya di lantai 1, ya maksimal lantai 2. Apakah ini gara-gara kulit gue yang mulai keriput? Umur gue yang mulai menua? Atau badan gue yang semakin membengkak? Sungguh ngga adil *jedotin jidat jenong ke tembok sampai rata*

Yeah, inilah semester baru gue, tingkat akhir gue. I will give my best to my parents, family, friends, esp. God in 2 semester forward. Gue tau Tuhan itu bukan hanya ada untuk "Mahasiswa Tingkat Akhir", tapi Tuhan itu selalu ada di setiap langkah kehidupan gue. Gue berharap Tuhan kasih gue semangat dan motivasi yang tinggi untuk gue lebih lagi manfaatin waktu dengan baik dan belajar lebih giat lagi. Lord, please lend me Your hands :)

Tangan ini gue persembahin untuk temen-temen gue yang sedang/akan berjuang mengerjakan Tugas Akhir. Semangat kawan, kita PASTI BISA :)