Jumat, 26 November 2010

The Rain Makes Me Wonder

" ... Aku selalu bahagia, saat hujan turun. Karena aku dapat mengenangmu, untukku sendiri ... " 

That's a part of chorus's song of Indonesian band, Utopia. Which is the title is "Hujan". I wanna tell you something about a story's in my life. I have my own experience with someone when the rain came down. Ya you know lah ya, the experience what i mean.

I can't tell you much about that, at this blog. But,  one thing which certain is, i ever wasting my time  with that guy because of trapped rain (oh God, thank you rain :p). As you know, people maybe sucks with that rain. Obviously, that is true if rain makes other people annoyed, but not for me it really doesn't matter (sorry :D ). I think that rain is on my side (pede abis). Hey you, yes you are, maybe you didn't know that i remember of that momen until now. Because i already realize, that i have a moment like that with you. Your brown G. Your laugh :)

Oke buat yang baru baca ini, anggep aja ini sebatas iklan yang cuma lewat haha. Have a great time for you :)

Kamis, 25 November 2010

Girl's Dormitory









This is us, the occupant of Girl's Dormitory in our Campus IT Telkom.
We lived there almost a year, the we found so many things that could we learn.
Minority doesn't matter for us. We could associated with other people.
Although we just in small people, actually we were so noisy. Then make our friends in the other room felt disturb haha.
Now, we move on boarding house and disperse.

Rabu, 20 Oktober 2010

Self Introspection

1 tema lagi gue melayani Tuhan sebagai pengerja di ibadah Persekutuan Doa Kamis PMK di kampus gue bersama Kak Olfit sebagai Worship Leader dan Rengga partner gue sebagai gitaris. Dan juga satu kali lagi Tuhan menegur gue lewat tema dan judul suatu ibadah. Tema kali ini : " Self Introspection ", dengan judul : " Layakkah Aku Menilai Dia? ". Gue merasa tertampar sama judul tersebut. Gimana engga, gue-sangat-sering yang namanya menilai orang terlalu cepat tanpa pikir panjang dan tanpa melihat diri gue sendiri seperti apa.

Di tema tersebut, gue memberi sedikit kesaksian tentang posting gue di blog ini " A, B, and The Past ". Disitu gue menyebutkan secara gamblang bagaimana dan siapa Gue-A-dan B. Kenapa gue tergerak buat nyeritain hal tersebut? Karena menurut gue hal tersebut pasti dialamin tiap orang, khususnya yang udah berkeluarga. Susah memang menghilangkan sifat buruk yang biasa disebut orang " Suudzon " (betul ngga tuh?). Tapi gue coba dan berusaha jangan sampai jatoh kayak gitu lagi :)

Rabu, 06 Oktober 2010

Kamis, 16 September 2010

Sepatu dan Si Kaki

Gue mau berbagi sedikit nih rahasia tentang diri gue. Ra-ha-si-a. Sebenernya kalo udah di post disini bukan rahasia lagi kan namanya ha ha. Gue punya masalah sama kaki gue, lebih tepatnya BAU KAKI. Gue itu tipe orang yang gampang banget keringetan, mulai dari muka, tangan, ya sampai kaki. Paling bermasalah sih di kaki. Yah sampe-sampe ada satu sepatu gue yang udah ancur nggatau gara-gara di makan zaman apa gara-gara bau kaki gue. Kemarin gue sempet beli majalah (*gue jarang lho beli majalah!), nah disitu gue nemuin 10 tips mengatasi bau kaki. Mungkin temen-temen ada yg udah tau atau punya majalahnya. Tapi gue cuman mau sharing aja. Tanpa basa-basi lagi, ini dia tipsnya :)

1. Mencuci kaki dengan sabun kesehatan sampai ke sela-sela jari, menyikatnya dan mengeringkannya dengan sempurna untuk mengurangi jumlah bakteri. Lakukan hal ini setiap pagi, sepulang sekolah/kuliah/kerja dan sebelum tidur.

2. Merendam kakimu dalam baskom berisi air garam seminggu sekali dan langsung mengeringkannya dengan air bersih. Garam dapat mengurangi kelembapan kulit sehingga kamu tidak cepat berkeringat.

3. Menggunakan bedak deodoran khusus kaki yang mengandung aluminum chloride hexahydrate dengan harum peppermint yang segar.

4. Menggunakan deodoran cair yang dioleskan di permukaan kaki dan menunggunya kering sebelum memakai kaus kaki.

5. Memilih bahan kaus kaki yang cocok untuk kita dengan cara mencoba berbagai macam bahan sampai menemukan yang membuat kakimu terasa paling kering. Kalau perlu, ganti kaus kaki dua kali sehari, bukan dua hari sekali.

6. Mencuci sneakers-mu secara berkala dan keringkan secara alami di bawah sinar matahari. Jika memungkinkan gunakan dua sepatu berbeda secara bergantian.

7. Segera melepas sepatu dan kaus kaki setelah beraktivitas seharian. Pilih sepatu yang berbahan kanvas yang memberi ruang bernafas bagi kaki. Hindari sepatu berbahan karet solid atau sintetis.

8. Mengangin-anginkan sepatu setelah digunakan dengan cara merenggangkan tali-talinya dan membuka lidahnya lebar-lebar.

9. Menghindari makanan berbau tajam seperti bawang putih, bawang bombay dan lada. Sebaiknya perbanyak makanan yang mengandung zat besi seperti daging sapi, daging domba, dan kacang almond.

10. Mengurangi stres yang menambah produksi keringat karena hal tersebut bisa menjadi makanan lezat buat para bakteri.

(sumber : Cosmo Girl edisi September 2010)

Rabu, 25 Agustus 2010

52 years for fighting

15 Agustus 1958 - 15 Agustus 2010
Berarti tahun ini usia bapak udah 52 tahun. Manusia memang semakin ke depan bakalan semakin menua. Udah sangat banyak jerih payah bapak buat keluarga. Terima kasih Tuhan, untuk seorang ayah yang telah Kau beri. Setiap omelannya, setiap nasihatnya, setiap tertawanya, setiap tangisannya, setiap kasih sayangnya tidak akan pernah aku lupa. Berikan dia kesehatan selalu, Tuhan. Berikan dia hati yang selalu mau bersyukur kepada-Mu atas segala pemberian-Mu, berikan dia kekuatan untuk memimpin keluarga. Terima kasih Tuhan untuk bapak :)

A, B, and the Past

Suatu ketika si A becerita kepada anaknya, tentang kenangan masa lalunya bersama si B. Saat ini B sudah tenang di surga, meninggalkan istri dan 3 orang anak. Anak B yang pertama telah menyelesaikan masa sekolahnya, dan berniat melanjutkan kuliah di universitas negeri di Jakarta. Berhasil mendapatkan jurusan Sastra Inggris melalui SNMPTN, siapa yang tidak bangga, mendahului para peserta ujian yang lain. Tetapi, sepeninggal B siapa lagi yang bisa membiayai kuliah anaknya yang pertama itu. Sedangkan istri B pontang-panting mencari uang untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari dan ketiga anaknya.

Datanglah sms dari istri B kepada A, meminta tolong membantu anaknya untuk biaya kuliah. Taulah sekarang biaya kuliah seperti apa, mahalnya bukan main. Oh iya, A dan B ini masih ada hubungan saudara. Singkat cerita, terbaca sms dari istri si B oleh istri si A. Karena hanya sekedar membaca tulisan, timbul perasaan yang macam-macam ngga karuan. Mungkin sangking negatifnya, akhirnya istri si A cerita sama anaknya tentang masalah tersebut. Istri si A sih ngga berani untuk menumpahkan isi pikirannya kepada A.

Akhirnya, anak si A bilang kepada A. "Apa benar bapak membantu anak si B untuk biaya kuliahnya?". "Tahu darimana kamu? Saya belum ada konfirmasi apa-apa kepada mereka. Kalau memang saya bantu juga, saya tidak mungkin membantu perkuliahannya 100% sampai lulus. Mungkin biaya awalnya saja". Anak si A ini hanya diam. Kemudian si A menceritakan kenangannya bersama si B itu ...

... Dahulu waktu saya masih kecil, kamu tahu kan Bapak ini hidup susah, kakek kamu meninggal saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Akhirnya nenek kamu yang bekerja keras untuk bapak dan adik-adik. Saya dan B sering main bersama. B memiliki ladang padi yang cukup lumayan. Suatu ketika, dia menggarapnya sendiri. Menanam benihnya, merawat dengan baik hingga tiba saatnya untuk panen. Saat panen, B menjual beras hasil panen di pasar, hasil keringat dia. B datang ke rumah bapak, dan berkata " ini hasil saya menjual beras buat kamu sama adik-adikmu, pergi sana ke pasar mingguan beli apapun yang kalian mau" ...

Menurut A, hal tersebut sampai kapanpun ngga akan bisa dilupakan. Kenangan yang sungguh manis. A mengganggap kenangan tersebut sebagai hutang budi, yang ga akan pernah bisa dibayar. Sehingga, walaupun memang keluarga B yang susah hidupnya, A tidak akan pernah jemu untuk membantu.

------------------------------------------------------------     cerita ini beneran ada, salah satu kisah hidup seseorang di keluarga gue. saat diceritain ke gue, gue sadar, bahwa gue ngga bisa menilai seseorang sebelum gue kenal banget sama dia. bahkan kehidupannya.